RESPON SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 JUHAR, KEC: JUHAR, KABUPATEN KARO DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA PANDEMI COVID-19
BAB I
PENDAHALUAN
1.1 Latar Belakang
Pada tahun 2020 ini, dunia diguncangkan oleh munculnya sebuah virus misterius yang sampai detik ini menjadi momok yang menakutkan bagi setiap kalangan masyarakat. Corona Virus Disease 2019 atau disingkat dengan Covid-19 awal munculnya virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan Cina pada akhir Desember 2019 dan mulai masuknya virus Covid-19 di Negara Indonesia yaitu pada Maret, 2020. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara termasuk negara Indonesia.
Pandemi Covid-19 merupakan suatu musibah yang sangat memilukan seluruh penduduk di bumi. Seluruh kehidupan manusia terganggu, banyak sektor-sektor yang merasakan dampak dari virus Covid-19. Terkhusus didalam sektor pendidikan yang harus, menutup sekolah maupun universitas hal itu membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun universitas harus terhenti secara tatap muka, supaya untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19 yang setiap hari angka yang terinfeksi semakin bertambah.
Kreatifitas dan inovatif dari pendidik sangat dituntut terlebih lagi dalam pembelajaran jarak jauh yang menuntut siswa-siswi harus belajar dari rumah, jika tidak dimbimbing oleh orang tua mungkin peserta didik akan suka-suka dalam belajar, hal itu juga tergantung bagaimana para guru mensiasati bagaimana pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Terkhusus didalam pembelajaran sejarah di era pandemi. Peserta didik memang harus diberikan suatu stimulus yang baik meskipun secara daring. supaya lewat dari itu semua meskipun belajar dari rumah peserta didik dapat terus belajar dengan baik. Sistem belajar yang dulunya tatap muka dan sekarang berubah menjadi online membuat berbagai pihak untuk dapat mengikuti proses dan alurnya. Terkhusus dalam hal belajar sejarah di SMA NEGERI 1 JUHAR KEC: JUHAR KABUPATEN KARO supaya peserta didik tidak dapat ketinggalan pelajaran dan terus dapat belajar meskipun di era pandemi Covid-19.
1.2 Rumusan Masalah
Latar belakang munculnya Virus Covid-19 ?
Dampak yang ditimbulkan akibat Virus Covid-19 bagi sektor pendidikan ?
Kendala atau masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran jarak jauh (Daring) ?
Respon siswa-siswi Sma Negeri 1 Juhar dalam pembelajaran sejarah di Era pandemi ?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui Latar belakang munculnya Virus Covid-19.
Untuk mengetahui Dampak yang ditimbulkan akibat Virus Covid-19 bagi sektor pendidikan.
Untuk mengetahui Kendala atau masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran jarak jauh (Daring).
Untuk mengetahui Respon siswa-siswi Sma Negeri 1 Juhar dalam pembelajaran sejarah di Era pandemi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Latar belakang munculnya Virus Covid-19
Bangsa Indonesia pada saat ini masih melawan virus corona, sama dengan negara lainnya yang ada didunia. Kasus virus corona ini dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada tahun 2019 dan virus ini mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2020 di awal-awal bulan, kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan di Wuhan yang menjualn jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi seperti ular, kelalawar, dan tikus.
Kasus terinfeksi akibat virus Covid-19 memang banyak ditemukan di pasar Wuhan. Coronavirus sebetulnya tidak asing lagi dalam dunia kesehatan, tetapi hanya beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia menjadi penyakit radang paru. Sebelum Covid-19 membuat heboh warga dunia, dunia sempat juga heboh dengan SARS dan MERS. Yang memiliki gejala sama dengan flu, virus corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi yang parah kepada orang yang terkena virus tersebut.
Kelalawar, ular, dan berbagai hewan eksotis lainnya hingga saat ini masih dianggap sebagai munculnya virus corona atau Covid-19. Terlepas dari itu semua, benar tidaknnya informasi tersebut Covid-19 membuktikan diri mampu menular antarmanusia. Penularan sangat cepat membuat membuat organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan virus Covid-19 pada tanggal 11 Maret 2020 menjadi pandemi global.
2.2 Dampak yang Ditimbulkan Akibat Virus Covid-19 di Sektor Pendidikan
Pandemi COVID-19 merupakan musibah yang memilukan seluruh manusia yang ada di bumi. Seluruh segmen kehidupan manusia di bumi terganggu, baik dalam ekonomi, Sosial masyarakat tanpa kecuali pendidikan. Banyak negara memutuskan menutup sekolah, perguruan tinggi maupun universitas, termasuk Indonesia. Krisis benar-benar datang tiba-tiba, pemerintah di belahan bumi manapun termasuk Indonesia harus mengambil keputusan yang pahit menutup sekolah untuk mengurangi kontak orang-orang secara masif dan untuk menyelamatkan hidup banyak orang dari Covid-19.
Ada dua dampak bagi keberlangsungan pendidikan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pertama adalah dampak jangka pendek, yang dirasakan oleh banyak keluarga di Indonesia baik di kota maupun di desa. Di Indonesia banyak keluarga yang kurang melakukan sekolah di rumah. Bersekolah di rumah bagi keluarga Indonesia adalah kejutan besar khususnya bagi produktivitas orang tua yang biasanya sibuk dengan pekerjaannya di luar rumah. Demikian juga dengan masalah psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar bertatap muka langsung dengan guru-guru mereka.
Seluruh elemen pendidikan secara kehidupan sosial “terpapar” sakit karena covid-19. Pelaksanaan pengajaran berlangsung dengan cara online. Proses ini berjalan pada jumlah yang belum pernah terukur dan teruji sebab belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan tidak sedikit orang sangat menyesali hal ini apalagi yang tinggal di desa-desa terpencil yang tidak tersentuh teknologi. Sebab infrastruktur informasi teknologi yang sangat terbatas. Kedua adalah dampak jangka panjang. Banyak kelompok masyarakat di Indonesia yang akan terpapar dampak jangka panjang dari covid-19 ini. Dampak pendidikan dari sisi waktu jangka panjang adalah aspek keadilan dan peningkatan ketidaksetaraan antar kelompok masyarakat dan antar daerah di Indonesia.
2.3 Kendala atau masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran jarak jauh (Daring)
Kendala atau masalah yang dihadapi dalam proses [embelajaran jarak jauh yaitu antara lain :
Penguasaan Teknologi yang masih rendah
Harus kita akui bahwa tidak semua guru yang paham akan teknologi terutama guru yang yang lahir tahun 1900-an kebawah yang pada masa mereka penggunaan teknologi belum seperti sekarang ini. Sebenarnya juga kalau mereka mau belajar pasti mampu karena pada prinsipnya guru juga adalah manusia. Pendidik harus selalu siap menghadapi perubahan zaman sekaligus juga mengikuti perkembangannya. Keadaan hampir sama juga dialami oleh para siswa, tidak semua sudah terbiasa menggunkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari apalagi mereka yang tinggal didesa yang terpencil.
Keterbatasan sarana dan prasarana
Kepemilikan perangkat yang mendukung belajar jarak jauh sangatlah diperlukan. Bukan lagi rahasia umum bhawa kesehjahtraan guru masih sangat rendah jadi untuk memenuhi hal tersebut masih belum sepenuhnya terpenuhi apalagi dengan siswa karena tidak semua orang tua mereka mampu memberikan fasilitas teknologi kepada anak-anaknya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja orang tua siswa harus bekerja dari pagi sampai sore, dengan adanya covid-19 ini juga membuat manusia sulit untuk mendapat pekerjaan. Namun ada juga yang mempunyai fasilitas untuk media pendukung pembelajaran namun karena ketidaktahuan orang tua dalam membimbing anaknya untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran alhasil anak tersebut bisa hilang kendali dalam memanfaatkan teknologi.
Jaringan Internet
Pembelajaran jarak jauh tidak terlepas dari yang namanya “kuota internet” tidak semua sekolah sudah terkoneksi jaringan internet sehingga guru-guru pun dalam keseharian belum bisa memanfaatkannya. Walaupun ada yang menggunakan jariingan seluler terkadang juga jaringan yang tidak stabil karena letakya yang masih jauh dari jangkauan sinyal.
Biaya
Jaringan internet sangat dibutuhkan dalam pembelajaran jarak jauh begitu juga dengan perangkat-perangkat yang dapat mendukung untuk proses pembelajran jarak jauh. Tidak banyak orang tua dari siswa dapat memenuhi setiap fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran jarak jauh dpat berlangsung dengan baik apalagi orang tua yang tinggal didesa, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kadang harus bersusah payah mendapatkan
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis peroleh dari Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Juhar tentang bagaimana respon mereka dalam mengahadapi pembelajaran Sejarah di era pandemi ini, saya mengajukan beberapa pertanyaan antara lain:
Belajar sejarah ngapain saja semenjak virus Covid-19 ini ?
Guru mengajar seperti apa pakah dia menjelaskan materi lewat grub WA atau video call ?
Menurut saudara dan saudari apakah respon dengan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh ini terkhusus dalam hal belajar pelajaran sejarah ?
Apakah baik menurut saudara-saudari yang dulu tatap muka sekarang harus belajar dirumah terkhusus dalam hal belajar sejarah
Bagaimanakah sistem penilain yang guru kalian berikan ?
Dari lima pertanyaan yang ada diatas yang saya ajukan, penulis mendapat argumen-argumen dari siswa-siswi Sma Negeri 1 Juhar yang semuanya hampir sama menyampaikan bahwa mereka belajar sejarah pada saat era pandemic ini, hanya dengan mengerjakan soal ataupun mereka melihat video dari youtube yang disampaikan oleh gurunya dari situ mereka memahami dan menjelaskan dengan membuat video dari apa yang mereka tangkap dari penjelasan di video di youtube tersebut. Sedangkan gurunya tidak menjelaskan apapun sedikit materi yang dia jeskan. Bahkan dalam penilaian tugas, guru sejarah di Sma tersebut hanya melihat dari kecepatan siswa mengantar tugas dalam arti siswa yang cepat mengirim tugas maka nilainya yang dia peroleh akan bagus. Hal ini membuat ke efektifitas belajar sejarah di era pandemi di Sma Negeri 1 Juhar kurang efektif.
Harapan dari siswa-siswi Sma Negeri 1 Juhar tersebut adalah mereka lebih baik belajar tatap muka daripada harus belajar dari rumah karena pelajaran ataupun materi yang diberikan oleh guru mereka, tidak bisa diterima oleh siswa-siswi tersebut karena memang guru sejarah di Sma tersebut tidak menjelaskan materinya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Covid-19 sangat menggemparkan dunia, banya sektor yang harus mensiasati, supaya orang yang terinfeksi dapat berkurang. Khususnya didalam sektor pendidikan yang selama ini belum terpikirkan sebelumnya bagaimana pembelajaran jarak jauh (online). Pandemi Covid-19 merupakan suatu musibah yang sangat memilukan seluruh penduduk di bumi. Seluruh kehidupan manusia terganggu, banyak sektor-sektor yang merasakan dampak dari virus Covid-19. Terkhusus didalam sektor pendidikan yang harus, menutup sekolah maupun universitas hal itu membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun universitas harus terhenti secara tatap muka, supaya untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19 yang setiap hari angka yang terinfeksi semakin bertambah. Peran serta orang tua sangat dibutuhkan, karena memang anak belajar dari rumah harus dikontrol oleh orang tua supaya anak tidak dapat melakukan hal-hal yang tidak di inginkan. Disamping itu juga guru merupakan pusat pengetahuan bagi anak, adanya stimulus yang baik dari guru membuat pelajaran jarak jauh akan lebih menyenangkan.
3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan adalah dengan adanya pembelajaran sistem online pendidikan Indonesia dapat berlanjut siswa dapat belajar dengan tenang didalam rumah dan guru dapat memberikan materi pembelajaran dengan baik. Bukan dengan memberikan materi tanpa menjelaskan materi tersebut. Guru dan orang tua juga diharapkan dapat memberi pemahaman tentang virus Covid-19 supaya dari itu semua peserta didik dapat paham bagaimana cara pencegahanvirus tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Sadikin, Afreni Hamidah. (2020, Juli) Pembelajaran Daring Di Tengah Wabah Covid-19. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol. 6 No. 02
http://online-journal.unja.ac.id/biodik/article/download/9759/5665/
(diakses tanggal 03, Oktober 2020)
Nika Cahyati, Rita Kusumah. (2020, Juni) Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid-1. Jurnal Golden Age Vol. 04 No. 1
http://www.e- journal.hamzawadi.ac.id/index.php/jga/article/view/2203/1326
(diakses tanggal 03, Oktober 2020)
Rizqon Halal Syah Aji. (2020, September) Dampak Covid 19 Pada Pendidikan Di Indonesia: Sejolah, Keteramilan, Dan Proses Pembelajaran. Jurnal Salam Vol. 1 No. 5 (2020) http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/salam/article/download/15314/pdf
(diakses tanggal 01, Oktober 2020)
https://guruberbagi.kemdikbud.go id /artikel/dampak-pandemi-covid-19- terhadap-dunia-pendidikan/ (diakses tanggal 27, September 2020)
Komentar
Posting Komentar